Kamis, 01 November 2012


Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya  mengatur. Dalam  hal  mengatur, akan timbul masalah, problem,  proses,  dan pertanyaan tentang apa yang diatur, siapa yang mengatur,  mengapa harus  diatur,  dan apa tujuan pengaturan  tersebut.  Selain  itu manajemen juga menentukan tujuan yang ingin di capai dan  proses nya untuk mencapai tujuan itu.
Pengertian Manajemen adalah  ilmu dan  seni  yang  mengatur proses  pemanfaatan  sumber daya manusia dan  sumber-sumber  lain secara  efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.
Manajemen Pendidikan jasmani adalah ilmu dan seni yang mengatur  proses   pemanfaatan sumber daya manusia  dan  sumber-sumber lain secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan  pendidikan jasmani.
2.  Arti Pentingnya Manajemen
Ilmu  manajemen tidak hanya dimonopoli oleh  dunia  industri atau perusahaan-perusahaan, tetapi semua kegiatan yang  berhubungan dengan kelompok-kelompok manusia pasti menggunakan manajemen. Oleh karena itu kuliah manajemen hampir diberikan kepada  seluruh jurusan  di  Universitas maupun di IKIP, tidak  ketinggalan  juga pada mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
Mengapa setiap Fakultas/ Jurusan perlu  diberikan  kuliah manajemen. Jawaban terhadap pertanyaan ini  seperti  diungkapkan oleh  Nitisemito  (1989:14) misalnya, seorang dokter  yang  harus memimpin sebuah rumah sakit, seorang hakim yang mengepalai sebuah pengadilan,  seorang  ahli  farmasi yang  harus  memimpin  sebuah pabrik obat dan sebagainya, semua memerlukan manajemen.
Pada  mahasiswa  Jurusan Pendidikan  Jasmani  dan kesehatan tidak  jarang  di masyarakat nanti akan menjadi  kepala  sekolah, Kapala  bagian, kepala Biro, menjadi pemimpin sebuah klub atau  perkumpulan olahraga, manajer perkumpulan olahraga, ketua panitia pertandingan/kompetisi, dan lain sebagainya. Semua itu jika ingin berhasil dalam memimpinnya harus menggunakan manajemen yang baik.
Selain itu manajemen pendidikan jasmani yang terpenting adalah untuk mengemban tugas-tugas guru penjas. Tousignant dan Siedentop (1982) dalam Rusli, dkk. (2002) mengklasifikasikan kegiatan yang dilakasanakan oleh guru pendidikan jasmani menjadi:
1)        Tugas manajerial, mencakup pengecekan kehadiran dan kelengkapan pakaian.
2)        Tugas instruksional yang difokuskan pada fase transisi, mencakup pengorganisasian kelompok, dan penempatan serta pengaturan perlengkapan.
Tugas yang diemban guru pendidikan jasmani untuk mencapai taraf efektivitas pengajaran yang memuaskan mencakup beberapa dimensi menajemen, meliputi:
1)        manajemen tugas-tugas ajar,
2)        manajemen perilaku, dan
3)        manajemen waktu serta perlengkapan, Guru memainkan peraranan sebagai perencana, manajer, kolega, profesional pendidikan jasmani, konselor (guru pembimbing), dan representatif sekolah (Siedentop, dkk. 1984, dalam Rusli. dkk.,2002).
Kenyataan di lapangan sering guru-guru pendidikan jasmani di Indonesia, mengadakan dan menyiapkan sendiri alat-alat dan perlengkapan pengajaran yang diperlukan. Guru Pendidikan jasmani juga sering dipercaya  untuk menangani anak-anak bermasalah. Anak yang bermasalah akan cepat diketahui oleh guru penjas  waktu mereka mengikuti pelajaran penjas.
  1. 3. Manajemen Pendidikan dan Manajemen Pendidikan Jasmani

Para  ahli pendidikan menyadari bahwa  fungsi  dan prinsip-prinsip manajemen dalam berbagai lapangan memiliki persamaan,  baik dalam proses maupun tujuannya, namun  dalam  kegiatan pendidikan jasmani dan pendidikan pada umumnya mempunyai kekhususan  yang  tidak dapat disamakan dengan  kegiatan-kegiatan  lain, diluar pendidikan. Jika dalam perusahaan ada manajemen  produksi, manajemen penjualan (marketing), tetapi pada manajemen pendidikan tidak kita temukan manajemen penjualan. Obyek utama yang dikelola perusahaan  atau  industri  adalah  benda-benda/  barang  mentah, tetapi pada pendidikan adalah sesuatu yang hidup atau anak didik. Tujuan  perusahaan  untuk memperoleh keuntungan yang  besar  atau menghasilkan produksi yang banyak dan berkualitas tinggi,  tetapi hasil  produksi  dan  kualitas  tinggi  pada  tujuan  pendidikan,  berbeda sifatnya.
Perbedaan  manajemen pendidikan dan perusahaan pada  umumnya terletak  pada  prinsip-prinsip operasionalnya,  dan  bukan  pada prinsip-prinsip manajemen yang umum.
4. Unsur Dan Fungsi Pokok Manajemen Pendidikan Jasmani
Unsur-unsur  dan fungsi-fungsi pokok  manajemen  pendidikan jasmani tidak terlepas dari fungsi manajemen pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar